Cegah Virus Demam Berdarah Dengue (DBD) Dengan Ekstrak Serai Wangi
![]() |
| Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby |
Virus Demam Berdarah Dengue (DBD) sangatlah berbahaya dan kerap menyerang pada anak-anak yang ditandai dengan gejala demam tinggi secara mendadak yang ditimbulkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Untuk mengatasi hal tersebut Divisi Pendidikan dan Kesehatan (Penkes) Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Non Reguler Kelurahan Menur Pumpungan mengadakan Penyuluhan Pemberantasan Jentik Nyamuk selama 2 hari berturut-turut, yakni Sabtu-Minggu, (11-12/5). Bertempat di Balai RT 01 Kelurahan Menur Pumpungan, penyuluhan yang diikuti oleh warga Menur Pumpungan ini dilanjutkan dengan Pemeriksaan Virus DBD. Divisi Penkes melakukan pemeriksaan penampungan bak mandi, tanaman air dan selokan di sekitar rumah warga.
Michael Wibowo - Ketua Divisi Penkes mengatakan, “Kami juga ingin melatih warga agar tidak bergantung pada pemakaian obat kimia untuk memutus rantai penyebaran virus DBD dengan membasmi jentik nyamuk.” Senada dengan hal tersebut, Divisi Penkes membuat ekstrak serai wangi guna memberantas nyamuk. Ekstrak serai wangi merupakan senyawa kimia alamiah yang berbau khas dan dapat digunakan untuk menhindari gangguan/gigitan nyamuk.
Ambar - warga RT 01 Kelurahan Menur Pumpungan mengaku terbantu dengan adanya ekstrak serai wangi ini, “ekstrak serai wangi ini bisa menjadi pengganti baygon atau obat nyamuk kimia lainnya. Sehingga kesehatan keluarga bisa terjaga dengan menggunakan ekstrak serai wangi dari bahan alami dan ramah lingkungan. Bahan-bahan yang dibutuhkan harganya juga sangat terjangkau dan hemat di kantong.”
Cara pembuatan ekstrak serai wangi cukuplah sederhana. Ambil batang dan daun serai sebanyak 1 kg, dicuci dan ditiriskan, kemudian dihaluskan dengan blender. Hasil blenderan dilarutkan dalam air 250 ml, dan biarkan terendam selama satu malam. Selanjutnya rendaman tersebut disaring. Hasil saringan disimpan dalam botol dan diencerkan dengan aquades.
Tak berhenti sampai di situ, Michael menuturkan, penyuluhan dilanjutkan dengan pelatihan cara membuat perangkap nyamuk dari barang bekas seperti botol aqua bekas dan kresek hitam bekas “Perangkap nyamuk telah dicoba dan dibuktikan bisa menangkap nyamuk. Dalam semalam banyak nyamuk yang terperangkap di dalamnya.” Pada penyuluhan tersebut, Divisi Penkes dibantu oleh Ibu Pemantau Jentik (Bumantik) RT 01 Kelurahan Menur Pumpungan. Ibu Yoyok - Ketua Bumantik RT 01 berterima kasih atas kehadiran dari mahasiswa KKN UNTAG Surabaya, “Kegiatan KKN memberikan wawasan kepada kami, terutama mengenai pemanfaatan serai untuk pembuatan ekstrak anti nyamuk dan perangkap nyamuk yang diisi dengan air gula yang ternyata sangat efektif mengurangi nyamuk.” Dia berharap ilmu yang sudah diberikan kepada dapat diterapkan dan bermanfaat untuk warga RT 01 Kelurahan Menur Pumpungan. (um/aep)
| www.untag-sby.ac.id |

Komentar
Posting Komentar