Atasi Bau Air Selokan Tak Sedap Dengan IPAL
| Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby |
Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang sistem pengolahan limbah yang baik, menyebabkan tersumbat dan tercemarnya saluran air di sekitar permukiman. Sehingga membuat lingkungan menjadi tidak sehat. Hal ini menjadi latar belakang Divisi Teknologi Tepat Guna (TTG) Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Non Reguler Kelurahan Ngagel Rejo RW 10 dalam melakukan “Pemasangan IPAL Skala Rumah Tangga”, Kamis, (23/5). Robert Wibowo Ketua Divisi TTG mengatakan, “Banyak warga yang mengeluh terkait bau tidak sedap yang timbul dari selokan, bahkan terkadang banjir melanda beberapa jalan di RW 10 ketika hujan deras tiba. Dalam rangka mengatasi masalah air limbah domestik tersebut, maka diperlukan adanya pengolahan air limbah domestik individual”.
Robert menjelaskan, “IPAL Skala Rumah Tangga dibuat menyesuaikan ukuran bidang tanah dengan galian tanah dibuat lebih besar dari ukuran unit IPAL ±50 cm. Sedangkan kedalaman disesuaikan dengan saluran pembuangan dari rumah sehingga sejajar dengan pipa Inlet Unit IPAL. Nantinya IPAL dapat mengolah air limbah domestik supaya air tersebut bisa dimanfaatkan kembali sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.” Lebih lanjut dijelaskan oleh Robert, pipa-pipa saluran Inlet, Outlet, dan Ventilasi disambung. Lalu unit IPAL diisi dengan air hingga hampir penuh, kemudian di timbun dengan pasir atau tanah. Dengan IPAL, air limbah yang diolah dan kemudian dialirkan langsung ke saluran air atau sungai tidak akan menjadi tercemar dan mengurangi penyumbatan saluran air, sehingga dapat menjaga keseimbangan biota yang ada di saluran air atau sungai.
Adapun sasaran pemasangan IPAL adalah di rumah Hariyadi, salah satu warga RT 03 yang memiliki usaha laundry di Jalan Ngagel Dadi I, tepat di sebelah timur Balai RW 10 Ngagel Rejo. Hariyadi mengaku terbantu dengan pemasangan IPAL di rumahnya. Dia mengatakan, “dengan dipasangnya IPAL, setidaknya mengurangi pencemaran akibat air limbah sisa kegiatan laundry yang bisa dibilang cukup banyak mengandung bahan-bahan kimia dari deterjen, pewangi, ataupun dari baju-baju yang kotor. Sehingga air yang sudah diolah kemudian dapat dibuang ke selokan.” Respon positif disampaikan oleh Hendro Purnomo - Ketua RW 10 Ngagel Rejo yang berharap IPAL dapat meningkatkan kesadaran warga setempat akan pentingnya pengolahan limbah. (um/aep)
| www.untag-sby.ac.id |
Komentar
Posting Komentar