335 Mahasiswa Ikuti KKN Reguler di Kecamatan Wonosalam

 

Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby
 

Kecamatan Wonosalam kembali menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya. Sebanyak 335 mahasiswa mengikuti KKN  Reguler Semester Genap periode 2019/2020 di 9 desa di kecamatan penghasil susu segar dan kopi Excelsa ini. Camat Wonosalam-Wartomo, S.Sos mengatakan sangat senang UNTAG Bisa kembali menyelenggarakan KKN di sana. “Dengan kedatangan mahasiswa KKN ini diharapkan dapat menambah perkembangan yang ada. Kedatangan mahasiswa KKN sangat membantu pemerintah Kabupaten Jombang,” katanya dalam Pembukaan KKN Reguler pada Rabu, (24/7) di Pendopo Kecamatan Wonosalam.

Kepada peserta KKN Wartomo mengatakan, “Jangan kaget dengan keadaan Wonosalam. Inilah kecamatan yang paling tinggi di Jombang. Kami mendapatkan sumbangan dari Kementerian Perhubungan, berupa 2 buah bis untuk menunjang pariwisata. Kami memiliki 9 destinasi wisata di sini. Tolong dalam melaksanakan KKN ikut menggalakkan wisata.” Dia pun memaparkan agenda budaya dan wisata yang telah direncanakan sepanjang tahun ini, “Kami memiliki pesta rakyat seperti Kenduren Kopi, Kenduren Duren, Bancakan Salak, Kontes Kambing Ettawa Piala Bupati dan beberapa agenda lain. Tentu bertujuan mengoptimalkan potensi lokal, karena itu kami harap bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa KKN.”

Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Jombang-Anwar yang hadir dalam pembukaan berterima kasih kepada pihak UNTAG Surabaya, “Bupati sangat antusias, bangga dan tersanjung atas kepercayaan UNTAG Surabaya melaksanakan KKN di Jombang, khususnya Wonosalam. Kami mengharapkan tidak putus disini saja, tetapi secara kesinambungan melalui desa binaan. Kami terbuka jika ingin mengembangkan potensi keilmuan di Jombang.” Menurut Anwar Pemerintah Kabupaten Jombang membuka tangan bagi kerjasama UNTAG Surabaya mengingat keduanya telah melakukan tanda tangan MoU. Dia pun berpesan kepada mahasiswa KKN, “Satu pesan saya, segera menyesuaikan kondisi sosial masyarakat. Tradisi kota berbeda dengan desa. Silakan disesuaikan. Warga desa terbuka untuk menerima kehadiran saudara dan senang hati menerima ilmu untuk diterapkan di masyarakat.”

Rektor UNTAG Surabaya-Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA. yang turut hadir dalam Pembukaan KKN tersebut mengatakan, “Pengabdian masyarakat rutin dilakukan setiap tahun oleh UNTAG Surabaya. Kami sudah lakukan penggemblengan di kampus. Jadi ketika di desa bisa langsung mengaplikasikan program yang telah disiapan. Tujuan KKN adalah menghasilkan output maka sasarannya masyarakat, agar bisa meninggalkan kesan yang baik.” Dia menambahkkan, “Mari kita bersinergi bersama. Program yang sudah dibuat, diaplikasikan dengan benar. Kita harus memberi kepada masyarakat. Tolong membaur dengan masyarakat, output harus jelas, harus bersinergi dengan baik. Kepada Camat dan jajarannya, mohon pengawalan dari masyarakat agar kehadiran mahasiswa memiliki makna.” (um/aep)

www.untag-sby.ac.id

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ide Kreatif Daur Ulang Botol Plastik Mahasiswa KKN Untag Surabaya